Minggu, 07 Januari 2018

PENGARUH BENTUK PERMUKAAN DAN OVERSIZE PISTON TERHADAP KINERJA MOTOR BENSIN

PENGARUH BENTUK PERMUKAAN DAN OVERSIZE PISTON TERHADAP KINERJA MOTOR BENSIN
Secara garis besar motor bensin tersusun oleh beberapa komponen utama meliputi : blok silinder (cylinder block), kepala silinder (cylinder head), poros engkol (crank shaft), torak (piston), batang piston (connecting rod),  roda  penerus  (fly  wheel),  poros  cam  (cam  shaft)  dan  mekanik  katup  (valve  mechanic).Berdasarkan diskripsi dari sistem kerja, karakteristik dan bagian komponen mekanik  motor bakar torak (piston), adalah memungkinkan modifikasi khususnya pada torak (piston) pada motor bakar torak. Pada penelitian ini maka kita akan memodifikasi permukaan piston menjadi permukaan piston cekung dan permukaan piston cembung. Hasil penelitian  ini  untuk  mencari  perbandingan  model-model  profil  permukaan  torak  (piston  face)  guna mendapatkan  model yang  optimal  dan  dapat mengasilkan  kerja  maksimal.  Model  permukaan  torak  dapat dilakukan  dengan  modifikasi  desain  permukaan  torak  cekung  dengan  desain  permukaan  torak  cembung. Pelaksanaan  identifikasi  penelitian  ini  pada  modifikasi  desain  permukaan  torak  cekung  dengan  desain permukaan torak cembung, maka akan diperoleh hasil yaitu desain modifikasi dan karakteristik permukaan torak. Dan peneliti ini dapat mengetahui pengaruh terhadap daya pengisapan dan perbandingan kompresi pada mesin  tersebut,  serta  hasil  tenaga  atau  daya  motor.  Selain  analisis  secara  matematis,  penelti  juga mensimulasikan  laju  aliran  fluida  yang  terjadi  pada  silinder  tersebut  dengan  menggunakan  program solidworks.
Motor bakar torak bensin merupakan mesin pembangkit tenaga yang mengubah bahan bakar bensin menjadi tenaga panas dan akhirnya menjadi tenaga mekanik. Secara garis besar motor bensin tersusun oleh beberapa komponen utama meliputi ; blok silinder (cylinder block), kepala silinder (cylinder head), poros engkol (crank shaft), torak (piston), batang piston (connecting rod), roda penerus (fly wheel), poros cam (cam shaft) dan mekanik katup (valve mechanic).  Blok silinder adalah komponen utama motor, sebagai tempat pemasangan  komponen mekanik dan  system–system mekanik lainnya. Blok silinder mempunyai lubang silinder tempat piston bekerja, bagian bawah terdapat ruang engkol (crank case), mempunyai dudukan bantalan (bearing) untuk pemasangan poros engkol. Bagian silinder dikelilingi oleh lubang-lubang saluran air pendingin dan lubang oli.  Kepala silinder dipasang di bagian atas blok silinder, kepala silinder terdapat ruang bakar, mempunyai saluran masuk dan buang. Sebagai tempat pemasangan mekanisme katup. Poros engkol dipasang pada dudukan blok silinder bagian bawah yang diikat dengan bantalan. Dipasang pula dengan batang piston  bersama piston dan kelengkapannya. Sedangkan roda penerus dipasang pada pangkal poros engkol (flens crank shaft).  Roda penerus dapat menyimpan tenaga, membawa piston dalam siklus kerja motor, menyeimbangkan putaran dan  mengurangi getaran mekanik mesin.
Prinsip kerja motor bensin adalah memanfaatkan energi dari hasil gas panas hasil proses pembakaran, dimana proses pembakaran berlangsung didalam silinder mesin itu sendiri sehingga gas pembakaran sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja menjadi tenaga atau energi panas. Motor bahan bakar torak ( piston ) menggunakan satu atau lebih silinder dimana terdapat piston yang bergerak bolak-balik atau translasi yang diubah menjadi gerak putar atau rotasi poros engkol. Langkah / stroke adalah jarak gerak piston dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB) atau sebaliknya. Agar motor  dapat bekerja maksimal, syarat yang harus dipenuhi adalah  dapat mengisap bahan bakar (campuran bensin dan udara) masuk ke dalam ruang silinder secara maksimal. Menaikkan tekanan silinder atau kompresi gas campuran bensin & udara agar diperoleh tekanan kompresi tinggi atau perbandingan kompresi maksimal 11 : 1 sehingga  pembakaran maksimal, maka tenaga yang dihasilkan motor dapat maksimal.
Bentuk Permukaan Piston
Piston adalah komponen mesin yang membentuk ruang bakar bersama – sama dengan silinder blok dan silinder head. Piston jugalah yang melakukan gerakan naik turun untuk melakukan siklus kerja mesin, serta piston harus mampu meneruskan tenaga hasil pembakaran ke crankshaft. Jadi dapat kita lihat bahwa piston memiliki fungsi yang sangat penting dalam melakukan siklus kerja mesin dan dalam menghasilkan tenaga pembakaran.
Bentuk permukaan pada piston dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Piston dengan Permukaan Cembung
Piston dengan permukaan yang cembung akan menghasilkan tingkatan  kompresi  yang lebih  besar  dari permukaan piston yang standar. Karena pada langkah kompresi yang cukup besar sehingga akan menghasilkan daya motor yang besar juga.
2. Piston dengan Permukaan Cekung
Piston dengan permukaan yang cekung, langkah kompresi yang dihasilkan lebih kecil dari premukaan piston standar. Karena langkah kompresi akan mengalami penurunan, sehingga daya yang dihasilkan pada motor bensin tidak besar.



Oversize Piston
Proses  oversize  piston  banyak  dilakukan  pada  motor  yang  telah  melewati  batas toleransi  ukuran  antara  piston  dan  dinding  silinder.  Proses  oversize  adalah penggantian  dengan   diameter yang lebih besar dari ukuran sebelumnya. Pada penelitian ini dilakukan analisis perhitungan kinerja motor dengan piston  ukuran standard dan oversize, serta analisis pengujian ketahanan mekanik piston dengan menggunakan perangkat lunak Catia. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa dengan meng-oversize piston terjadi kenaikan volume langkah, tapi tekanan dalam ruang bakar menurun, perbandingan kompresi meningkat, sedangkan untuk daya dan torsi yang dihasilkan relatif sama dengan ukuran motor standard. Serta dari analisis ketahanan  mekanik  menggunakan  perangkat  lunak  Catia  menunjukan  bahwa tegangan maksimum tertinggi terjadi  pada piston Suzuki Shogun 110cc oversize 0.0075 m,  piston Yamaha Jupiter 110cc oversize 0.0025 m, piston Honda Kharisma 125cc oversize 0.005 m dan  piston Suzuki Shogun R 125cc oversize 0.0075 m.

KESIMPULAN
Bahwa bentuk permukaan piston serta mengoversize ukuran dari piston itu sendiri akan mengahasilkan daya serta tenaga yang berbeda terhadap kinerja pada motor bensin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar