Minggu, 01 Oktober 2017

Pengertian dan jenis-jenis Metodelogi penelitian



METODELOGI PENELITIAN
 
PENGERTIAN
Metode penelitian adalah tata cara bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. Penelitian sendiri berasal dari Bahasa Inggris, research artinya pencarian kembali atau penyelidikan kembali untuk menjawab berbagai fenomena yang ada, dengan mencari, menggali dan mengkatagorikan sampai pada analisis fakta dan data. Penelitian itu sendiri setidaknya untuk menguji teori, membantah teori dalam penelitian ilmiah atau pemecahan masalah dalam penelitian ilmiah yang bersifat praktis. Metode penelitian dibagi menjadi dua, yaitu metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif.

A.   METODE PENELITIAN KUANTITATIF

Merupakan penelitian yang penuh dengan nuansa angka-angka dalam pengumpulan datanya di lapangan. Di dalam analisa data, metode ini memerlukan bantuan perhitungan ilmu statistik, baik yang deskriptif maupun inferensial ( yang menggunakan rumus-rumus statistik non-parametik ). Kesimpulan dari hasil penelitian pun berupa hasil perhitungan yang bersifat penggambaran.

Karakteristik penelitian kuantitatif :
1.     Ilmu-ilmu keras
2.     Fokus “ringkas” dan sempit
3.     Reduksionistik
4.     Objektif
5.     Penalaran logis dan deduktif
6.     Sebab-akibat
7.     Menguji teori
8.     Kontrol atas variabel
9.     Instrumen
10. Elemen dasar analisis angka
11. Analisis statistik atas data
12. Generalisasi
Penelitian kuantitatif dirancang untuk memproduksi ilmu pengetahuan “keras” ( hard science ), seperti fisika, teknik, kimia, yang berbasis pada “kekuatan” objektifitas dan kontrol.

B.   METODE PENELITIAN KUALITATIF

Metode penelitian kualitatif berbeda dengan metode penelitian kuantitatif. Dalam penelitian dengan metode kuantitatif, seorang peneliti harus menjaga jarak terhadap masalah yang sedang diteliti. Misalnya, ketika menyebarkan kuesioner atau mewawancarai, seorang peneliti kuantitatif tidak boleh memberikan arahan jawaban kepada responden yang menjadi sumber informasi penelitian. Seorang peneliti kuantitatif betul-betul mengandalkan instrumen penelitiannya yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya.

Sementara dalam penelitian metode kualitatif, justru seorang peneliti menjadi instrumen kunci. Apalagi teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan informasi kunci yang menjadi subjek penelitian dan sumber informasi penelitian.
Karakteristik penelitian kualitatif:
1.     Ilmu-ilmu lunak
2.     Fokus penelitian: kompleks dan luas
3.     Holistik dan menyeluruh
4.     Subjektif dan perspektif emik
5.     Penalaran: dialik-induktif
6.     Basis pengetahuan: makna dan temuan
7.     Mengembangkan/membangun teori
8.     Komunikasi dan observasi

Jenis - jenis metode penelitian 

1.     Metode Deskriptif 
 
Metode yang hanya memberikan gambaran atau deskripsi tentang variabel dari sebuah fenomena yang diteliti. Variabel yang diteliti bisa satu, dua, tiga atau lebih. Setiap variabel yang diteliti tidak dilakukan pengujian untuk mengetahui adanya hubungan variabel-variabel yang diteliti atau dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus statistik.
Analisis yang digunakan dalam metode ini hanya menggunakan analisis statistik deskriptif dalam bentuk tabel tunggal dan tabel silang, dengan data frekuensi (f) dan presentase (%). Tabel silang yang dibuat bukan untuk melihat adanya hubungan antara variabel, melainkan temuan hipotesis atau kecenderungan adanya hubungan antara variabel. Pembuktian hubungan ini harus dilakukan dalam penelitian lanjutan (follow up research) dengan metode lain, misalnya metode ekplanasi atau metode korelasional.
Penelitian deskriptif biasa juga disebut dengan penelitian taksonomik, bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengklarifikasi suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan cara mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti. Jenis penelitian ini tidak sampai mempersoalkan hubungan antara variabel yang ada.

2.     Metode Eksplanasi ( Korelasional )

Merupakan penelitian untuk menguji hubungan antara variabel yang dihipotesiskan, ada hipotesis yang akan diuji kebenaranya. Metode ini merupakan kelanjutan dari metode deskriptif. Dengan metode deskriptif, menghimpun data, menyusunnya secara sistematis, faktual dan cermat.
Pada metode deskriptif tidak menjelaskan hubungan diantara variabel, tidak menguji hipotesis atau melakukan prediksi. Kita mulai menggunakan metode korelasional bila mencoba meneliti hubungan diantara variabel-variabel. Misalnya, kita ingin mengetahui hubungan antara usia dan ruang yang diminatinya. Hubungan yang dicari itu disebut korelasi. Tujuan dari metode korelasi yaitu untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu vektor yang berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya.
Jika pada metode ini hanya dua variabel yang dihubungkan, maka disebut korelasi sederhana ( simple correlation ) dan jika lebih dari dua variabel yang dihubungkan disebut korelasi berganda ( multicorrelation ). Walaupun sangat bergantung pada jenis data yang dinilai dan tes statistik yang digunakan, untuk mengukur tinggi rendahnya korelasi.
Pada metode ini pencarian hubungan  ( korelasi ) antara dua variabel menggunakan koefisien korelasi atau koefisien determinasi. Penelitian korelasi dirancang untuk menetukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi. Melalui penelitian tersebut, kita dapat memastikan berapa besar hubungan antara variasi yang disebabkan oleh satu variabel dengan variasi yang disebabkan oleh variabel lain.

3.     Metode Historis

Metode ini merupakan salah satu dari jenis-jenis metode penelitian. Metode historis bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan, sering kali dalam hubungan hipotsis tertentu.
Dengan metode historis, seorang ilmuan sosial peneliti historis yaitu orang yang mengajukan pertanyaan terbuka mengenai peristiwa masa lalu dan menjawabnya dengan fakta terpilih yang disusun dalam bentuk paradigma penjelasan.
Dengan demikian, penelitian dengan metode historis merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta interprestasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.

4.     Metode Survei

Salah satu metode penelitian yang sangat luas penggunaannya adalah metode survei, ciri khas metode ini adalah data dikumpulkan dari responden yang banyak jumlahnya dengan menggunakan kuesioner. Dalam metode survei, biasanya jumlah populasi penelitiannya besar sehingga peneliti perlu menentukan sempel penelitian dengan menggunakan teknik-teknik penentuan sampel yang tersedia.

Dari langkah-langkah metodologis, peneliti memperoleh sejumlah informasi yang relevan untuk penelitiannya. Informasi itu disebut observasi atau data. Observasi atau data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan metode pengolahan data yang diteliti. Data yang sangat banyak dan sudah berbentuk kode-kode angka, disederhanakan agar peneliti dapat membuat kesimpulan-kesimpulan.

Dalam proses ini, statistik sering digunakan karena salah satu fungsi statistik yang pokok adalah menyederhanakan data. Penelitian dengan menggunakan  metode survei adalah proses yang dapat dimulai dari manapun tergantung dari keahlian dan kemampuan peneliti. Yang jelas, peneliti mulai memiliki minat untuk memahami suatu fenomena sosial. Setelah itu, imaginasi, kreativitas dan kerja keras peneliti yang menentukan baik tidaknya hasil penelitian.

5.     Metode Eksperimen

Metode eksperimen merupakan salah satu dari jenis-jenis metode penelitian dan merupakan satu-satunya metode penelitian yang benar-benar dapat menguji hipotesis mengenai hubungan sebab dan akibat. Metode eksperimen dapat mewakili yang paling baik dalam memecahkan masalah, baik secera praktis maupun secara teori.

Umumnya, eksperimen merukan metode yang paling tangguh ( sophisticated ) dalam pengujian hipotesis. Konsep eksperimentasi memiliki tiga karakteristik, yaitu:

a.     Variabel bebas adalah variabel yang dimanipulasi
b.     Semua variabel kecuali variabel terikat adalah konstan
c.      Pengaruh pemanipulasian variabel bebas atas variabel terikat dapat diamati atau diukur.
langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian dalam metode ini, yaitu identifikasi, penyelesaian subjek-subjek dan alat ukur, pemilihan rancangan yang akan digunakan, pelaksanaan prosedur, penganalisisan data dan penyusunan kesimpulan.
Dalam penelitian dengan metode eksperimental, paling tidak ada satu hipotesis yang diharapkan mempunyai sebab akibat antara dua variabel. Satu eksperimen terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rancangan eksperimen lainny yang lebih kompleks melibatkan kelompok-kelompok yang lebih banyak.
Kelompok eksperimen menerima perlakuan penyelidikan sedangkan kelompok kontrol menerima perlakuan yang berbeda. Paling tidak ada satu variabel bebas yang memiliki karakteristik tunggal yang dapat dimanipulasi, dan ini yang membedakannya dengan metode-metode penelitian lainnya. Kontrol diartikan sebagai usaha-usaha yang dilakukan peneliti untuk menghilangkan pengaruh variabel-variabel lain selain variabel bebas yang mungkin mempengaruhi hasil variabel terikat.

6.     Metode Kuasi Eksperimental

Adalah salah satu dari jenis-jenis metode penelitian. Metode kuasi eksperimental hampir sama dengan metode eksperimen, hanya pada metode ini peneliti tidak dapat mengatur sesuka hati variabel bebasnya.
Metode ini mempunyai dua ciri, yaitu:

1.     Peneliti tidak mampu meletakan subjek secara acak pada kelompok eksperimental atau kelompok kontrol. Yang dapat dilakukan peneliti adalah mencari kelompok subjek yang diterpa variabel bebas dan kelompok laine yang tidak mengalami variabel bebas.
2.     Peneliti tidak dapat menggunakan variabel bebas kapan dan kepada siapa saja yang dikehendaki.