Banyak
kejahatan atau kriminalitas yg terjadi di indonesia, terutama di kota kota
besar seperti di jakarta yg padat penduduk. Di jakarta kejahatan dapat terjadi
dimana saja, kapan saja, dan menimpa siapa saja. Para pelakunya pun bisa dari
orang terdekat, entah itu teman, sodara, bahkan dari keluarga sendiri.
Beberapa waktu ini banyak sekali kriminalitas yg terjadi dijakarta yg menjadikan anak anak sebagai korbannya. Contoh yg beru baru ini terjadi tentang pembunuhan sekaligus pemerkosaan terhadap seorang anak berusia kurang lebih 12 tahun di dikalideras jakarta barat dan pembunuhan yg menimpa ibu dan anak dicakung jakarta utara. Seperti yg kita dengar atau kita liat kejahatan terjadi karna ada kesempatan.
Biasanya para pelakunya hanya berfikiran pendek, jadi mereka tidak merasa takut untuk melakukan tindak kriminal
Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya tahun 2014, wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Timur menjadi wilayah di DKI yang paling rawan kriminalitas. Di Jakarta Pusat meliputi kawasan Monumen Nasional (Monas), Tanah Abang, Gelora Bung Karno, Pasar Senen dan Gunung Sahari. Sedangkan Jakarta Timur seperti di Cipayung, Cibubur, Cipinang, Kampung Rambutan dan Rawamangun.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menurutnya, kriminalitas tinggi karena kawasan kumuh masih ada di Jakarta.
makanya sejumlah cara pun dilakukan tuk mengantisipasi kejahatan yang terjadi dijakarta, seperti memasang cctv ( kamera pengintai ) dibeberapa sudut jalan di ibu kota, membongkar kawasan kumuh dan bahkan yg paling ekstrem memasang penembak jitu atau sniper yg akan dilakukan oleh pemprov DKI bapak ahok. Sehingga para pelaku kejahatan dan kriminalitas tidak bisa ngumpet
“Kami (Pemprov DKI Jakarta) akan pasang CCTV untuk memonitor setiap sudut kota, dan melengkapinya dengan penembak jitu. Kalau penjahat macam-macam dan mereka bersenjata, akan kami lumpuhkan, kami tembak,” kata pak Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, tgl 28 januari lalu.
Kepolisian
pun ikut serta dalam menangani kejahatan di jakarta, sperti melakukan razia
kendaraan yg sering dilakukan oleh polda metro jaya
Sehingga angka kriminalitas yg terjadi dijakarta menurun. Dari hasil evaluasi Operasi Ketupat Jaya 2015 di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya menunjukkan beberapa penurunan angka kejahatan.
Pada kasus kriminal di operasi ketupat 2015 ada 1680 kasus, sementara tahun 2014 ada 1731 kasus sehingga turun 3.03 persen. Meskipun tidak terlalu banyak penurunan tapi kita patut berterima kasih pada para petugas kepolisian dan juga pemprov DKI, masyarakat pun harus tetap waspada.
Sumber
: liputan 6.com 30 januari 2015