Kamis, 12 Juli 2018

Pemeliharaan Preventif (Preventive Maintenance)


Preventive Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan secara terjadwal, umumnya secara periodik, dimana sejumlah tugas pemeliharaan seperti inspeksi, perbaikan, penggantian, pembersihan, pelumasan dan penyesuaian dilaksanakan.
Pemeliharaan preventif dilakukan untuk mengurangi probabilitas kegagalan yang tidak terduga  dan  meningkatkan waktu hidup (life time) dari peralatan-peralatan yang ada pada plant. Hal ini bergantung pada pelaksanaan pekerjaaan pemeliharaan pada jangka waktu tertentu (berdasarkan kalender atau jam kerja). Jenis pemeliharaan ini umumnya dilakukan saat kondisi peralatan dalam keadaan shutdown ataupun jika terjadi ganguan.
Pemeliharaan preventif juga digunakan ketika kebijakan perundang-undangan diperlukan atau saat digunakan untuk pengembangan pemeliharaan dengan peralatan baru atau proses. Kegiatan ini dengan mempertimbangkan jumlah unit (jumlah hari, jumlah operasi, jumlah jam pelayanan).
Berikut operasi yang dapat diklasifikasikan sebagai pemeliharaan preventif
  • Uji kerja pada peralatan-peralatan dalam kondisi stand by
  • Kalibrasi, inspeksi
  • Uji kinerja pada setiap peralatan
  • Uji keamanan sistem, sistem ESDm detector api dan gas, PSV, metering
  • Kegiatan rutin, harian, mingguan, bulanan dan tahunan
  • Penggantian suku cadang secara rutin, dan material pendukung.

Definisi Preventive Maintenance (PM)

Preventive Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan secara terjadwal, umumnya secara periodik, dimana sejumlah tugas pemeliharaan seperti inspeksi, perbaikan, penggantian, pembersihan, pelumasan dan penyesuaian dilaksanakan.
Preventive maintenance adalah suatu kegiatan perawatan dan pencegahan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan mesin. Mesin akan mengalami nilai depresiasi (penurunan) apabila dipakai terus menerus. Oleh karena itu, dibutuhkannya inspeksi dan servis secara rutin maupun periodik. 
Preventive maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan- kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu proses produksi. Jadi, semua fasilitas produksi yang mendapatkan perawatan (preventive maintenance) akan terjamin kontinuitas kerjanya dan selalu diusahakan dalam kondisi atau keadaan yang siap dipergunakan untuk setiap operasi atau proses produksi pada setiap saat. 

Macam-Macam, preventive maintenance Dalam perusahaan

  1. Routine maintenance. Kegiatan perawatan yang dilakukan secara rutin. Contohnya, yaitu pembersihan fasilitas atau peralatan, pelumasan (lubrication) atau pengecekan oli, pengecekan isi bahan bakarnya dan apakah termasuk dalam pemanasan (warming up) dari mesin-mesin selama beberapa menit sebelum dipakai beroperasi sepanjang hari.
  2. Periodic maintenance. Kegiatan perawatan yang dilakukan secara periodic atau dalam jangka waktu tertentu.

Tujuan Preventive maintenance

  1. Memperpanjang umur produktif asset dengan mendeteksi bahwa sebuah asset memiliki titik kritis penggunaan (critical wear point) dan mungkin akan mengalami kerusakan.
  2. Melakukan inspeksi secara efektif dan menjaga supaya kondisi peralatan selalu dalam keadaan sehat.
  3. Mengeliminir kerusakan peralatan dan hasil produksi yang cacat serta meningkatkan ketahanan mesin dan kemampuan proses
  4. Mengurangi waktu yang terbuang pada kerusakan peralatan dengan membuat aktivitas pemeliharan peralatan
  5. Menjaga biaya produksi seminimum mungkin.

Proses Preventive maintenance

  1. Melakukan pencatatan dan pengelolaan data tentang perawatan, kegagalan, dan penggunaan peralatan (dasar analisis peralatan)
  2. Semua jenis kegiatan predictive. Termasuk inspeksi, melakukan pengukuran,inspeksi part untuk kualitas, analisis pelumas, temperature, getaran, kebisingan, pencatatan semua data dari kegiatan predictive untuk trend analysis
  3. Perbaikan minor (30 menit), dorongan yang besar kearah produktivitas
  4. Writing up setiap kondisi yang memerlukan perhatian khusus , yang berpotensial kearah kegagalan
  5. Penjadwalan dan pelaksanaan perbaikan yang dinstruksikan
  6. Menggunakan frekuensi dan severity kegagalan untuk meningkatkan PM task list
  7. Training dan upgrading kemampuan system PM.


ANALISIS KERUSKAN PADA MESIN DIESEL


1. Sistem Injeksi Bahan Bakar Tidak Berfungsi dengan Baik
Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan
Cara Mengatasi
a. Bahan bakar bocor dari pipa tekanan tinggi
– Keraskan Mur Pengikat pipa tekanan tinggi / ganti dengan pipa tekanan yang baru
b. Nozzle rusak
– Ganti dengan nozzle yang baru
c. Ada udara pada saluran bahan bakar
– Keluarkan udara dari saluran bahan bakar dengan cara memompakan priming pump
d. Saat penginjeksian bahan bakar terlambat
– Setel pada penginjeksian bahan bakar
e. Control rack tidak berfungsi
– Perbaiki mekanisme control rack
f. Automatic timer tidak tepat
– Setel automatic timer
2. Gangguan Pada Saluran Sistem Bahan Bakar
Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan
Cara Mengatasi
a. Saringan pada pompa pemindah tersumbat
– Bongkar pompa pemindah dan bersihkan saringannya
b. Saringan bahan bakar tersumbat
– Ganti elemen saringan bahan bakar
c. Tangki bahan bakar kotor
– Bersihkan tangki bahan bakar
d. Kemampuan pompa  pemindah yang sangat rendah
– Perbaiki / ganti
e. Injeksi bahan bakar tidak tepat
– Setel saat penginjeksian dengan cara menggeserkan pompa injeksi
f. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke silinder tidak sama
– Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
g. Governor kurang baik
– Setel pompa injeksi pada test bench
h. Ada angin pada saluran bahan bakar
– Bleeding
i. Bahan bakar bocor pada pipa tekanan tinggi
– Keraskan mur pengikat pipa tekanan tinggi / ganti pipa tekanan tinggi
3. Engine Knocking / Detonasi
Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan
Cara Mengatasi
a. Atomisasi nozzle kurang baik / tekanan penginjeksian tidak tepat
– Overhaul nozzle, bersihkan komponen-komponen dan ganti jika rusak, kemudian stel tekanan nozzle sesuai spesifikasi
b. Bahan bakar tidak tepat (angka cetane rendah)
– Ganti dengan bahan bakar yang sesuai
c. Saat injeksi bahan bakar terlalu cepat
– Setel pemasangan pompa terhadap mesin
d. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak rata
– Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
4. Putaran Mesin Kasar, Khususnya Pada Putaran Idle
Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan
Cara Mengatasi
a. Jam bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak sama
– Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
b. Control rack tidak berfungsi
– Bongkar control rack dan setel mekanismenya
c. Idling spring capsule setelannya kurang baik
– Setel
d. Diafragma governor tidak berfungsi
– Periksa dan ganti jika rusak
e. Atomisai Nozzle kurang baik / tidak tepat
– Stel nozzle dan ganti jika rusak
5. Mesin Susah dihidupkan
Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan
Cara Mengatasi
a. Bahan bakar tidak sampai ke pompa injeksi / bocor
– Periksa saluran bahan bakar dan perbaiki jika bocor
b. Saluran bahan bakar tersumbat oleh udara
– Bleeding
c. Saringan bahan bakar dan saluran bahan bakar tersumbat
– Bersihkan / ganti saringan bahan bakar dan saluran bahan bakar
d. Kemampuan pompa pemindah menurun / tidak sesuai spesifikasi
– Perbaiki / ganti pompa pemindah
e. Pipa tekanan tinggi lepas, longgar / pecah
– Kerusakan mur / ganti
f. Control rack tidak mencapai posisi tempat bahan bakar yang diinjeksikan
– Perbaiki control rack dan perbaiki pula mekanismenya
g. Delivery valve rusak
– Ganti
h. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan terlalu sedikit, karena pompa pemindah rusak
– Perbaiki / Ganti pompa pemindah
i. Tekanan penginjeksian bahan bakar terlalu rendah
– Setel / kalibrasi nozzle sesuai spesifikasi
j. Saat penginjeksian bahan bakar terlalu rendah
– Setel saat penginjeksian
k. Governor / full load capsule setelannya kurang baik
– Setel pompa injeksi pada test bench
6. Mesin Asapnya Banyak, tetapi Mesin Tidak Mau Menyala
Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan
Cara Mengatasi
a. Saat penginjeksian bahan bakar terlambat
– Setel saat penginjeksian
b. Timer lock nut longgar atau lepas
– Kerusakan mur pengunci timer
c. Atomisasi bahan bakar tidak baik
– Perbaiki dan setel nozzle / ganti
d. Kotoran (karbon) berkumpul pada nozzle needle
– Bersihkan nozzle / ganti jika rusak
e. Angka cetane terlalu rendah
– Ganti jenis bahan bakar
f. Bahan bakar tercampur air
– Ganti bahan bakar
7. Selama Mesin di Starter Mengeluarkan banyak Asap
Kemungkinan Penyebab kerusakan
Cara Mengatasi
a. Timer injektor timing terlalu cepat / lambat
– Bongkar automatic timer dan setel
b. Pemasangan pompa injeksi terhadap saat penginjeksian tidak tepat
– Periksa pemasangan pompa injeksi dan tempatkan saat penginjeksian (sesuai spesifikasi)
c. Atomisasi bahan bakar kurang baik
– Perbaiki dan ganti nozzle
d. Nozzle rusak
– Ganti Nozzle
e. Kotoran (karbon) berkumpul pada nozzle needle
– Bersihkan dan ganti jika rusak
f. Sekrup control pinion clamp lepas / longgar
– Setel posisi control pinion dan keraskan sekrupnya
g. Delivery value rusak
– Ganti
h. Delivery value spring putus
– Ganti pegas
i. Setelan full load capsule tidak baik
– Setel full load capsule
j. Pneumatic governor link / stopper aus
– Perbaiki / ganti mekanisme governor pneumatic
8. Selama Mesin Hidup Banyak Mengeluarkan Asap
Kemungkinan Penyebab kerusakan
Cara Mengatasi
a. Saat penginjeksian bahan bakar terlalu cepat
– Tepatkan saat penginjeksian sesuai spesifikasi
b. Bahan bakar bercampur air
– Ganti bahan bakar
c. Cincin torak dan dinding silinder bocor sehingga minyak pelumas naik ke ruang bahan bakar
– Ganti cincin torak dan perbaiki dinding silindernya
d. Oli silinder katup bocor, sehingga minyak pelumas masuk ke ruang bakar
– Ganti
e. Bahan bakar yang diinjeksikan terlalu banyak
– Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
f. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak sama
– Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
g. Udara yang masuk kedalam silinder terlalu sedikit karena saringan udaranya tersumbat
– Bersihkan saringan / ganti
h. Oli mesin terpompa ke atas
– Periksa permukaan oli dan sesuaikan jumlahnya
sumber : https://servicetoyota.wordpress.com