Kamis, 21 April 2016

Manusia dan Kebudayaan



Pengertian Manusia dan Kebudayaan

·        Manusia

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi yang, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.

Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan

·        Kebudayaan

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas

Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri (Cultural-Determinism)

Menurut Herskovits, kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain

·        Pengaruh Budaya terhadap Masyarakat dilihat dari

1.     Pakaian
Pakaian merupakan salah satu pengaruh terhadap kebudayaan masyarakat, karna pakaian bisa menjadi simbol / ciri khas bagi sebagian masyarakat.
Contoh :  Pakaian anak punk

2.      Kesenian
Merupakan sebuah kreatifitas atau karya yang sudah ada sejak lama dalam masyarakat. Masuknya kesenian dari luar kedalam dapat mempengaruhi masyarakat lokal dari cara pandang mereka terhadap sebuah karya.

3.      Bahasa daerah
Beberapa masyarakat lebih sering menggunakan bahasa daerah ketimbang bahasa indonesia

4.      cara berkomunikasi
Berkomunikasi adalah hal selalu kita lakukan setiap hari. Cara berkomunikasi yang bernada, cara bicara dan berkosa kata dapat mempengaruhi masyarakat atau seseorang untuk cenderung mengikuti

·        Contoh hubungan antara manusia & kebudayaan ditinjau dari faktor

1.      Kedaerahan
Adat istiadat yang berbeda - beda antar daerah

2.      Kehidupan antara didesa dan dikota
Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value )

3.      Faktor agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama akan melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya / masyarakatnya

4.      Profesi
Setiap profesi berbeda dalam mempengaruhi sikap dan kepribadian seseorang. Contoh : seseorang yang berprofesi sebagai pilot akan memiliki kepribadian yang disiplin dan cekatan.

5.      Kelas sosial
kebanyakan masyarakat memiliki golongan sosial, tetapi tidak semua masyarakat memiliki katagori golongan sosial yang sama. Berdasarkan karakteristik stratifikasi sosial, dapat kita temukan beberapa pembagian kelas atau golongan dalam masyarakat

Catatan Kaki
1.      ^ Habermas, J. (2006). "the European Nation State - Its Achievments and Its Limits. On the Past and Future Sovereignty and Citizenship", in G. Balakrishan (ed.) Mapping the Nation. London: Vernon. 281 - 294
2.      ^ Gowdy, John (2006) "Hunter-gatherers and the mythology of the market," in Richard B. Lee and Richard H. Daly (eds.), The Cambridge Encyclopedia of Hunters and Gatherers, pp.391-394. New York: Cambridge University Press