METODELOGI PENELITIAN
PENGERTIAN
Metode penelitian adalah tata cara bagaimana suatu
penelitian akan dilaksanakan. Penelitian sendiri berasal dari Bahasa Inggris, research artinya pencarian kembali atau
penyelidikan kembali untuk menjawab berbagai fenomena yang ada, dengan mencari,
menggali dan mengkatagorikan sampai pada analisis fakta dan data. Penelitian
itu sendiri setidaknya untuk menguji teori, membantah teori dalam penelitian
ilmiah atau pemecahan masalah dalam penelitian ilmiah yang bersifat praktis.
Metode penelitian dibagi menjadi dua, yaitu metode penelitian kuantitatif dan
metode penelitian kualitatif.
Merupakan
penelitian yang penuh dengan nuansa angka-angka dalam pengumpulan datanya di
lapangan. Di dalam analisa data, metode ini memerlukan bantuan perhitungan ilmu
statistik, baik yang deskriptif maupun inferensial ( yang menggunakan
rumus-rumus statistik non-parametik ). Kesimpulan dari hasil penelitian pun
berupa hasil perhitungan yang bersifat penggambaran.
Karakteristik penelitian kuantitatif :
1. Ilmu-ilmu
keras
2. Fokus
“ringkas” dan sempit
3. Reduksionistik
4. Objektif
5. Penalaran
logis dan deduktif
6. Sebab-akibat
7. Menguji
teori
8. Kontrol
atas variabel
9. Instrumen
10. Elemen dasar analisis angka
11. Analisis statistik atas data
12.
Generalisasi
Penelitian kuantitatif dirancang untuk
memproduksi ilmu pengetahuan “keras” ( hard
science ), seperti fisika, teknik, kimia, yang berbasis pada “kekuatan”
objektifitas dan kontrol.
Metode
penelitian kualitatif berbeda dengan metode penelitian kuantitatif. Dalam
penelitian dengan metode kuantitatif, seorang peneliti harus menjaga jarak
terhadap masalah yang sedang diteliti. Misalnya, ketika menyebarkan kuesioner
atau mewawancarai, seorang peneliti kuantitatif tidak boleh memberikan arahan
jawaban kepada responden yang menjadi sumber informasi penelitian. Seorang
peneliti kuantitatif betul-betul mengandalkan instrumen penelitiannya yang
sudah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Sementara dalam penelitian metode
kualitatif, justru seorang peneliti menjadi instrumen kunci. Apalagi teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, peneliti terlibat
sepenuhnya dalam kegiatan informasi kunci yang menjadi subjek penelitian dan
sumber informasi penelitian.
Karakteristik penelitian
kualitatif:
1. Ilmu-ilmu
lunak
2. Fokus
penelitian: kompleks dan luas
3. Holistik
dan menyeluruh
4. Subjektif
dan perspektif emik
5. Penalaran:
dialik-induktif
6. Basis
pengetahuan: makna dan temuan
7. Mengembangkan/membangun
teori
8. Komunikasi
dan observasi
1.
Metode
Deskriptif
Metode yang hanya memberikan
gambaran atau deskripsi tentang variabel dari sebuah fenomena yang diteliti.
Variabel yang diteliti bisa satu, dua, tiga atau lebih. Setiap variabel yang
diteliti tidak dilakukan pengujian untuk mengetahui adanya hubungan
variabel-variabel yang diteliti atau dilakukan pengujian hipotesis dengan
menggunakan rumus statistik.
Analisis yang digunakan dalam
metode ini hanya menggunakan analisis statistik deskriptif dalam bentuk tabel
tunggal dan tabel silang, dengan data frekuensi (f) dan presentase (%). Tabel
silang yang dibuat bukan untuk melihat adanya hubungan antara variabel,
melainkan temuan hipotesis atau kecenderungan adanya hubungan antara variabel.
Pembuktian hubungan ini harus dilakukan dalam penelitian lanjutan (follow up research) dengan metode lain,
misalnya metode ekplanasi atau metode korelasional.
Penelitian
deskriptif biasa juga disebut dengan penelitian taksonomik, bertujuan untuk
mengeksplorasi dan mengklarifikasi suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan
cara mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit
yang diteliti. Jenis penelitian ini tidak sampai mempersoalkan hubungan antara
variabel yang ada.
Merupakan penelitian untuk menguji hubungan antara
variabel yang dihipotesiskan, ada hipotesis yang akan diuji kebenaranya. Metode
ini merupakan kelanjutan dari metode deskriptif. Dengan metode deskriptif,
menghimpun data, menyusunnya secara sistematis, faktual dan cermat.
Pada metode deskriptif tidak menjelaskan hubungan
diantara variabel, tidak menguji hipotesis atau melakukan prediksi. Kita mulai
menggunakan metode korelasional bila mencoba meneliti hubungan diantara
variabel-variabel. Misalnya, kita ingin mengetahui hubungan antara usia dan
ruang yang diminatinya. Hubungan yang dicari itu disebut korelasi. Tujuan dari
metode korelasi yaitu untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu vektor yang
berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya.
Jika pada metode ini hanya dua variabel yang
dihubungkan, maka disebut korelasi sederhana ( simple correlation ) dan jika lebih dari dua variabel yang
dihubungkan disebut korelasi berganda (
multicorrelation ). Walaupun sangat bergantung pada jenis data yang dinilai
dan tes statistik yang digunakan, untuk mengukur tinggi rendahnya korelasi.
Pada metode ini pencarian hubungan ( korelasi ) antara dua variabel menggunakan
koefisien korelasi atau koefisien determinasi. Penelitian korelasi dirancang
untuk menetukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu
populasi. Melalui penelitian tersebut, kita dapat memastikan berapa besar
hubungan antara variasi yang disebabkan oleh satu variabel dengan variasi yang
disebabkan oleh variabel lain.
3. Metode Historis
Metode ini merupakan salah satu dari jenis-jenis
metode penelitian. Metode historis bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu
secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan
mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat
dipertahankan, sering kali dalam hubungan hipotsis tertentu.
Dengan metode historis, seorang ilmuan sosial
peneliti historis yaitu orang yang mengajukan pertanyaan terbuka mengenai
peristiwa masa lalu dan menjawabnya dengan fakta terpilih yang disusun dalam
bentuk paradigma penjelasan.
Dengan demikian,
penelitian dengan metode historis merupakan penelitian yang kritis terhadap
keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang
secara teliti dan hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta
interprestasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.
Salah
satu metode penelitian yang sangat luas penggunaannya adalah metode survei,
ciri khas metode ini adalah data dikumpulkan dari responden yang banyak
jumlahnya dengan menggunakan kuesioner. Dalam metode survei, biasanya jumlah
populasi penelitiannya besar sehingga peneliti perlu menentukan sempel
penelitian dengan menggunakan teknik-teknik penentuan sampel yang tersedia.
Dari
langkah-langkah metodologis, peneliti memperoleh sejumlah informasi yang
relevan untuk penelitiannya. Informasi itu disebut observasi atau data.
Observasi atau data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan metode pengolahan
data yang diteliti. Data yang sangat banyak dan sudah berbentuk kode-kode
angka, disederhanakan agar peneliti dapat membuat kesimpulan-kesimpulan.
Dalam proses
ini, statistik sering digunakan karena salah satu fungsi statistik yang pokok
adalah menyederhanakan data. Penelitian dengan menggunakan metode survei adalah proses yang dapat
dimulai dari manapun tergantung dari keahlian dan kemampuan peneliti. Yang
jelas, peneliti mulai memiliki minat untuk memahami suatu fenomena sosial. Setelah
itu, imaginasi, kreativitas dan kerja keras peneliti yang menentukan baik
tidaknya hasil penelitian.
Metode
eksperimen merupakan salah satu dari jenis-jenis metode penelitian dan
merupakan satu-satunya metode penelitian yang benar-benar dapat menguji
hipotesis mengenai hubungan sebab dan akibat. Metode eksperimen dapat mewakili
yang paling baik dalam memecahkan masalah, baik secera praktis maupun secara
teori.
Umumnya,
eksperimen merukan metode yang paling tangguh ( sophisticated ) dalam pengujian hipotesis. Konsep eksperimentasi
memiliki tiga karakteristik, yaitu:
a. Variabel
bebas adalah variabel yang dimanipulasi
b. Semua
variabel kecuali variabel terikat adalah konstan
c. Pengaruh
pemanipulasian variabel bebas atas variabel terikat dapat diamati atau diukur.
langkah-langkah
yang dilakukan dalam penelitian dalam metode ini, yaitu identifikasi,
penyelesaian subjek-subjek dan alat ukur, pemilihan rancangan yang akan
digunakan, pelaksanaan prosedur, penganalisisan data dan penyusunan kesimpulan.
Dalam
penelitian dengan metode eksperimental, paling tidak ada satu hipotesis yang
diharapkan mempunyai sebab akibat antara dua variabel. Satu eksperimen terdiri
dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rancangan
eksperimen lainny yang lebih kompleks melibatkan kelompok-kelompok yang lebih
banyak.
Kelompok
eksperimen menerima perlakuan penyelidikan sedangkan kelompok kontrol menerima
perlakuan yang berbeda. Paling tidak ada satu variabel bebas yang memiliki
karakteristik tunggal yang dapat dimanipulasi, dan ini yang membedakannya
dengan metode-metode penelitian lainnya. Kontrol diartikan sebagai usaha-usaha
yang dilakukan peneliti untuk menghilangkan pengaruh variabel-variabel lain
selain variabel bebas yang mungkin mempengaruhi hasil variabel terikat.
Adalah salah satu dari jenis-jenis metode
penelitian. Metode kuasi eksperimental hampir sama dengan metode eksperimen,
hanya pada metode ini peneliti tidak dapat mengatur sesuka hati variabel
bebasnya.
Metode
ini mempunyai dua ciri, yaitu:
1. Peneliti
tidak mampu meletakan subjek secara acak pada kelompok eksperimental atau
kelompok kontrol. Yang dapat dilakukan peneliti adalah mencari kelompok subjek
yang diterpa variabel bebas dan kelompok laine yang tidak mengalami variabel
bebas.
2. Peneliti
tidak dapat menggunakan variabel bebas kapan dan kepada siapa saja yang
dikehendaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar