ANALISIS RESPON SISTEM GETARAN PADA MESIN TORAK
1) Program Studi Teknik Mesin - Universitas Islam “45” Bekasi, email: riri.sadiana@gmail.com
ABSTRACT
Vibration is a phenomenon that could not be avoided from a working system engine, so does the piston engine
(piston engine). Vibration in piston engine in normal limits certainly will not interfere or reduce engine
performance, But for a long time, it can reduce comfort and precision performance of the machine. The
mathematical model of the vibration system on piston engine is needed in this case, created a mathematical
model that will be analyzed and described, so it can be used as an input or guidelines to determine when the
technical measures in the field. Reference systems work piston engine in this study refers to the piston engine in
general or on a two-wheeled vehicle (125 CC).
Keywords: Mechanical vibrations, mathematical models for mechanical vibration, piston engine.
ABSTRAK
Getaran merupakan suatu fenomena yang tidak mungkin bisa dihindari dari suatu sistem kerja mesin, begitupun
pada mesin torak (piston engine). Getaran pada mesin torak dibatas normal tentunya tidak akan menggangu
atau menurunkan performa kerja mesin, akan tetap getaran yang terjadi secara kontinu, seiring dengan
jalannya waktu dapat menurunkan kenyamanan dan presisi kerja mesin yang terjadi. Model matematika dari
sistem getaran pada mesin torak sangat dibutuhkan dalam hal ini, model matematika yang dibuat untuk
kemudian dianalisis dan dideskripsikan, dapat dijadikan masukan atau pedoman untuk menentukan lagkah
teknik pada saat di lapangan ketika dijumpai kondisi mesin yang sudah tidak lagi baik atau rusak. Acuan sistem
kerja mesin torak dalam penelitian ini mengacu pada mesin torak secara umum atau pada kendaraan roa dua
(125 CC).
Kata Kunci: Getaran mekanik, Model matematika getaran mekanik, mesin torak.
PENDAHULUAN
Getaran mekanik dapat didefinisikan sebagai gerak osilasi dari sistem mekanik di sekitar titik/posisi
seimbang. Getaran terjadi karena adanya gaya eksitasi. Hampir semua mesin yang bergerak akan bergetar
meskipun mungkin intensitasnya sangat kecil. Karena secara praktis tidak mungkin menghilangkan eksitasi
getaran sama sekali. Eksitasi dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan pada mesin itu sendiri atau
dari sumber di luar mesin. Pada banyak hal biasanya terjadinya getaran sangat tidak diinginkan karena
getaran dapat mengganggu kenyamanan, menimbulkan ketidak presisian atau menurunkan kwalitas kerja
mesin-mesin perkakas. Bahkan getaran juga dapat merusak konstruksi mesin. Untuk itu banyak upaya
dilakukan untuk meredam getaran.
Sebelum melakukan upaya untuk melakukan redaman pada getaran, terlebih dahulu perlu dilakukan
identifikasi masalah dan analisis tentang jenis dan besaran getaran yang muncul. Sebagai contoh, getaran yang
umumnya terjadi pada bagian mesin (hal yang sudah wajar) pada interval tertentu tidak memerlukan redaman,
hal ini dianggap tidak memberikan dampak negative terhadap kondisi mesin secara lebih lanjut. Salah satu
bentuk identifikasi awal yang dilakukan untuk menyelesaiakan beberapa permasalahan yang terkait dengan
getaran pada mesin, diantaranya adalah menentukan model matematika pada fenomena tersebut. Model
matematika yang dibuat secara lebih lanjut dapat dikembangkan dan disimulasikan untuk kemudian dilakukan
analisis hingga menentukan alternative solusi yang dapat ditentukan. Adapun hal yang menjadi ukuran untuk
menentukan model matematika sistem getaran pada mesin torak merupakan model yang sudah valid atau belum,
pada prosesnya akan dilakukan pengecekan numerik terhadap hasil yang diperoleh antara respon hasil model
dan respon aktual fenomena tersebut.
TINJAUAN PUSTAKA
Getaran Mekanik dan Gaya pada Mesin Torak
Getaran dapat dipandang sebagai gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik
dari kedudukan keseimbangan. Getaran biasa terjadi saat mesin atau alat dijalankan dengan motor, hal ini
mempunyai pengaruh yang bersfat mekanis. Getaran merupakan gerak osilasi disekitar sebuah titik yang
disebabkan oleh getaran udara atau mekanis, misalnya mesin atau alat-alat mekanis lainnya. Oleh sebab itu
getaran banyak dipergunakan untuk menganalisis mesin-mesin baik dari gerak rotasi atau translasi. Vibrasi atau
getaran mempunyai 3 parameter yang dapat dijadikan sbg tolak ukur yaitu amplitude, frekuensi dan phase
Tidak ada komentar:
Posting Komentar