MAKALAH PERAWATAN
MESIN
(KABURATOR)
NAMA : Gumelar Fajar Negara
NPM/Kelas
: 22415950
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi,
berbagai alat diciptakan untuk mempermudah dan menambah kenyamanan manusia
dalam mencukupi dan memenuhi
kebutuhannya. Satu diantaranya
adalah bidang otomotif, dimana
dalam penggunaannya diperlukan pengetahuan tentang mesin sehinnga dapat
berjalan seefektif dan seefesien mungkin.
Karena Kaburator merupakan komponen penting dalam system pembakaran pada mesin yang berfungsi untuk
mencampur bahan bakar
dan udara dalam perbandingan yang tertentu sehingga
menjadi gas pembakar yang dibutuhkan oleh mesin. Dan terkadang sering mengalami problem atau masalah terutama pada
saat hujan.
1.2.
BATASAN
Adapun batasan- batasan masalah meliputi:
1.
System
perbandingannya.
2.
Karburator yang
digunakan.
1.3.
TUJUAN
1. Untuk
menjaga fungsi kinerja dari karburator
1.4.
ALAT & BAHAN
1.
Sikat kawat
2.
Bensin
(secukupnya)
3.
Kompesor
4.
Obeng +-
5.
Karburator
1.5.
SISTEMATIKA PENULISAN
Sistem penulisan dari Makalah ini dapat dipaparkan
sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Isinya
mencakup semua tentang latar belakang, batasan masalah, tujuan penulisan, dan
sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN
TEORI
Berisikan
tentang definisi/pengertian dari karburator
BAB III PENJELASAN
PROSES
Berisikan
proses dan penjelasan dari karburator
BAB IV KESIMPULAN
& SARAN
Berisi tentang kesimpulan dan saran dalam perawatan
karburator.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.
Definisi
Karburator
adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar
untuk
sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator masih digunakan dalam mesin kecil dan
dalam mobil tua atau khusus seperti yang dirancang untuk balap mobil stok.
Kebanyakan mobil yang diproduksi pada awal 1980-an telah menggunakan injeksi
bahan bakar elektronik terkomputerisasi. Mayoritas sepeda motor masih
menggunakan karburator dikarenakan lebih ringan dan murah, namun pada 2005
sudah banyak model baru diperkenalkan dengan injeksi bahan bakar.
Karburator pertama kali ditemukan oleh Karl Benz pada tahun 1885 dan
dipatenkan pada tahun 1886. Pada tahun 1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama
János Csonka dan Donát Bánki juga mendesain alat yang serupa. Adalah Frederick
William Lanchester dari Birmingham, Inggris yang pertama kali bereksperimen
menggunakan karburator pada mobil. Pada tahun 1896 Frederick dan saudaranya
membangun mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin di Inggris,
bersilinder tunggal bertenaga 5 hp (4 kW), dan merupakan mesin pembakaran dalam
(internal combution). Tidak puas dengan hasil akhir yang didapat, terutama
karena kecilnya tenaga yang dihasilkan, mereka membangun ulang mesin tersebut,
kali ini mereka menggunakan dua silinder horisontal dan juga mendisain ulang
karburator mereka. Kali ini mobil mereka mampu menyelesaikan tur sepanjang
1.000 mil (1600 km) pada tahun 1900. Hal ini merupakan langkah maju penggunaan
karburator dalam bidang otomotif
Karburator umum digunakan untuk mobil berhahan bakar bensin sampai akhir
1980-an. Setelah banyak kontrol elektronik digunakan pada mobil, penggunaan
karburator mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah
terintegrasi dengan sistem yang lain untuk mencapai efisiensi bahan bakar.
Karburator
merupakan bagian yang penting pada sepeda motor. Hampir semua sepeda motor
menggunakan karburator karena umumnya sepeda motor menggunakan bensin
sebagai bahan bakarnya. Karena itu karburator yang baik harus mampu membuat gas
yang sempurna dan sesuai dengan kebutuhan mesin pada setiap tingkat penggunaan
dan kecepatan putaran mesin. Untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna
dibutuhkan perbanbingan bensin dan udara dalam percampuran gas, menurut
teoritis adalah 1:15. Artinya 1 gram bensin harus dicampur dengan 15 gram
udara.
Apabila perbandingan
campurannya lebih dari 1:15 maka biasanya dikatakan campuran miskin
contoh 1:18. Apabila perbandingan campuran kurang dari 1:15 maka
dikatakan campuran kaya contoh 1:12. Didalam praktek pada umumnya digunakan
campuran kaya, ini untuk mendapatkan daya mesin yang lebih besar (boros mesin).
Dan dengan sebaliknya apabila menghendaki bahan bakar yang ekonomis maka bisa
digunakan campuran miskin. Untuk campuran miskin ini biasa digunakan pada mesin
4 tak karena gerakan motor ini tak secepat kerja motor 2 tak.
Cara
kerja pada karburator adalah ketika mesin dalam keadaan hidup (langsam), bensin
dari float camber ( tampungan bensin) masuk ke dalam lubang kecil pada jet
stationer (spoeyer langsam), masuknya bensin kedalam spoeyer ini diakibatkan
karena perbedaan tekanan udara antara tekanan udara pada float chamber dengan
tekanan udara pada venturi. Untuk menyempurnakan komposisi campuran bensin dan
udara pada saat mesin berputar lambat, maka pada karburator dibuat sebuah
lubang yang menembus dari bagian belakang karburator sampai ketempat spoeyer
langsam. lubang yang menembus karburator sampai kebagian spoeyer ini dinamakan
airbleeder.
Air
bleeder dapat disetel oleh sebuah baut yang biasa dikenal dengan baut pengatur
angin. Setelah bensin yang masuk pada sepoeyer langsam bercampur dengan udara
yang masuk dari lubang air bleeder, kemudian keluar pada sebuah lubang yang
disebut Idle port. Posisi idle port ini berada dimuka nozzle utama, alasan
mengapa idle port di tempatkan lebih dekat pada mesin adalah disebabkan pada
saat langsam putaran mesinnya lambat dan aliran udara tidak terlalu cepat yang
disebabkan posisi throttle valve diam.
Ketika
mesinnya dalam putaran tinggi, bensin keluar dari nozzle yang dilengkapi dengan
jarum needle ( jarum skep ). Jika pada saat mesin langsam yang mengatur
komposisi campuran bensin dengan udara adalah baut pengatur udara, sedangkan
pada saat putaran mesinnya tinggi yang mengatur campuran adalah jarum skep
bersama katup skep. Seperti halnya air bleeder pada spoeyer langsam, spoeyer
utama inipun dilengkapi dengan air bleeder yang lubangnya menembus dari bagian
belakang karburator sampai ke bagian sepoeyer utama, hanya air bleeder untuk
spoeyer utama ini tidak dilengkapi dengan alat penyetel.
Tinggi
rendah perputaran pada mesin dapat diatur pada jarum skep yang bisa kita
kendalikan dengan cara menarik dan mengulur handle Gas pada stang motor.
Karburator memproses
bahan bakar cair
menjadi partikel kecil
dan dicampur dengan udara sehingga memudahkan penguapan. Prosesnya
serupa dengan penyemburan (spray).
Pada gambar dibawah ini diterangkan prinsip dari penyemburan.
Saat ada udara mengalir dengan kecepatan
tinggi (a), maka tekanan udara tersebut menurun. Akibat penurunan tekanan udara
yang mengalir melewati lubang (b) maka cairan pada wadah (c) seolah-olah
terhisap oleh aliran udara. Untuk dapat bekerja dengan baik karburator harus
memenuhi kaidah aturan kerja karburator. Bahan bakar berupa bensin dicampur
dengan udara oleh karburator supaya
mudah terbakar dan dialirkan ke ruang bakar yang melewati intake manifold. Saat langkah hisap pada mesin, tekanan di dalam
silinder lebih rendah dari atmosfer, maka aliran udara tercipta mengalir
melalui karburator ke intake manifold dan masuk ke silinder. Pada karburator terdapat
bagian yang menyempit yang disebut dengan venturi.
Dengan
adanya venturi tersebut
maka aliran udara
akan bertambah kecepatannya,
karena kecepatan aliran udara akan meningkat jika melewati suatu ruang yang
lebih sempit untuk menjaga debit aliran udaranya tetap. Namun seiring kecepatan
udara meningkat, maka tekanan udaranya berkurang/turun sehingga menciptakan
tekanan yang lebih rendah (kevakuman meningkat) pada bagian venturi tersebut.
Pada bagian venturi tersebut dipasang saluran pemancar bahan bakar ( main
jet dan pilot jet) di mana bahan
bakar dipancarkan. Bahan bakar dari ruang pelampung akan terpancar dari saluran
pemancar (main jet dan pilot jet) yang berada di dalam venturi
dalam bentuk partikel – partikel kecil.
Partikel bahan bakar
yang terbentuk pada proses ini mengalir melalui pipa
pemasukan (intake
manifold) dan sebelum sampai ke silinder telah berubah
menjadi uap dan secara sempurna membentuk campuran bahan bakar dan
udara. Biasanya saat proses
peralihan dari cairan bahan
bakar menjadi partikel (disemburkan) katup gas terbuka
secara penuh dan putaran mesin pada putaran tinggi, dengan aliran udara
mencapai kecepatan maksimum, maka pada saat ini merupakan titik optimum kerja
proses penyemburan.
2.2.
Komponen –
Komponen Karburator dan Fungsinya
1.
Mangkok karburator ( float
chamber )
Berfungsi untuk menyimpan
bensin pada waktu belum digunakan.
2.
Klep / Jarum Pelampung
Berfungsi untuk mengatur
masuknya bensin kedalam mangkok karburator.
3.
Pelampung ( float )
Berfungsi untuk mengatur agar
tetapnya bahan bakar didalam mangkok karburator.
4.
Skep / Katup Gas
Berfungsi untuk mengatur
banyaknya gas yang masuk kedalam silinder.
5.
Pemancar Jarum ( main jet /
needle jet )
Berfungsi untuk memancarkan
bensin waktu motor di gas besarnya diatur oleh
6.
terangkatnya jarum skep.
7.
Jarum Skep / Jarum Gas ( jet
needle )
Berfungsi untuk mengatur
besarnya semprotan bensin dari main nozzle pada waktu motor di gas.
8.
Pemancar besar / induk ( main
jet )
Berfungsi untuk memancarkan
bensin waktu motor di gas full ( tinggi ).
9.
Pemancar kecil / stasioner (
slow jet ).
Berfungsi untuk memancarkan
bensin waktu langsam / stationer.
10.
Sekrup Gas / Baut Gas (
throttle screw )
Berfungsi untuk setelan posisi
skep sebelum di gas.
11.
Skrup udara / baut udara ( air
Screw )
Berfungsi untuk mengatur
banyaknya udara yang akan dicampur dengan bahan bakar.
12.
Katup Cuk ( choke valve )
Berfungsi untuk menutup udara
luar yang masuk ke karburator sehingga gas menjadi kaya digunakan pada waktu
start.
BAB III
PENJELASAN
PROSES
3.1.
Proses Perawatan
Karburator
3.2. Penjelasan Proses Karburator
Tindakan
pertama dalam membersihkan karburator adalah dengan melepaskan filter karburator yang terdapat pada mulut karburator. Setelah filter karburator terlepas, bersihkan filter menggunakan cairan pembersih dan kemudian
keringkan filter karburator sebelum anda memasangnya kembali. Anda juga dapat menggunakan karburator tekanan rendah untuk membantu membersihkan kerak yang menempel pada filter karburator.
Lepaskan semua baut yang mengikat karburator. Setelah itu bersihkan
karburator menggunakan kuas sehingga semua kotoran yang melekat dapat
terlepas. Gunakan penyemprot bertekanan tinggi untuk menjangkau bagian dalam karburator .
Untuk membersihkan spuyer karburator harus dilakukan secara hati-hati. Terlalu ceroboh dalam membersihkan
spuyer dapat beresiko merubah ukuran diameter spuyer dan berakibat mesin
kendaraan tidak dapat hidup. Gunakan ampelas halus untuk membersihkan kotoran
yang melekat pada spuyer. Setelah semua bagian karburator telah bersih, pasang kembali karburator motor seperti awalnya. Perlu
anda perhatikan sebelum menutup semua bagian karburator , terlebih dahulu anda harus mengatur ketinggian pelampung bensin.
Anda dapat menggunakan jangka sorong atau stigmat untuk mendapatkan sudut
ketinggian yang tepat pada pelampung bensin karburator . Jika pelampung bensin sudah tepat, segera tutup karburator kemudian pasang kembali.
3.2.
Cara Menyetel Karburator
Menyetel Karburator berati mengatur
kecepatan putaran mesin pada saat langsam (stationer / idle) dan
mengatur pencampuran bahan bakar dengan udara.
Bila
kecepatan langsam disetel terlalu tinggi maka pemakaian bahan bakar akan
boros, sedangkan bila disetel terlalu rendah maka mesin cenderung sering mati.
Penyetelan
karburator harus dalam keadaan mesin hidup dan telah panas. Adapun
langkah-langkahnya sebagai berikut.
1.
Putarlah sekerup penahan skep
(throttle) sehingga putaran mesin meninggi.
2.
Putarlah sekerup pengatur udara (air screw / pilot screw) kearah kanan
hingga putaran mesin menurun.
3.
Putarlah kembali ke kiri agar putaran mesin naik kembali. (Berhentilah
memutar saat putaran mesin agak naik.
4.
Dengan posisi sekerup seperti ini putaran mesin agak tinggi, maka untuk
menurunkannya putarlah sekerup penahan skep ke arah kiri hingga putaran mesin
pada kecepatan yang sesuai sengan spesifikasi.
3.3. PENYETELAN SEKRUP UDARA
1. Putar sekrup
udara searah jarum jam sampai duduk dengan ringan dan kemudian kembalikan pada
posisi sesuai dengan spesifikasi yang diberikan.
2. Hangatkan
mesin sampai suhu operasi.
.
3. Hidupkan
mesin dan setel putaran stasioner mesin dengan sekrup penahan skep.
4.
Putar sekrup udara masuk atau keluar dengan perlahan sampai tercapai putaran
mesin tertinggi.
5. Setel
kembali putaran mesin dengan memutar sekrup penahan skep.
3.4. ALAT & BAHAN
Gambar 1 Sikat Kawat
Gambar 2 Kompresor
Gambar. 3 Obeng+-
BAB IV
5.1.
KESIMPULAN
Karburator adalah pengatur bahan bakar yang akan masuk ke dalam dapur pacu,
tanpa karburator mesin tidak dapat hidup. Jadi karburator harus selalu siap
digunakan apabila mesin akan hidup, jangan merubah stelan angin pada karburator
apabila tidak mengerti dan Karburator merupakan percampuran bahan bakar dengan
udara dengan cara menyemprotkan tapi hampir menjadi gas, tapi kelemahan
karburator adalah campuran antara bahan bakar dengan udara kurang sempurna
apabila dibandingkan dengan EFI.
Karburator
sangat diperlukan oleh kendaraan bermotor. Dengan karburator kendaraan dapat
berjalan/ hidup. Adapun rangkaiannya adalah klep udara berguna untuk membuat
gas karena dicampur dengan karburator dan memudahkan penghidupan motor pada
saat motor dingin dan sulit distart.
5.2.
SARAN
a.
Karburator harus selalu
dirawat dengan baik agar cara kerjanya tidak berubah.
b.
Sering-seringlah
menyervice karburator agar awet dan dapat bekerja dengan baik.
c.
Gunakanlah selalu suku
cadang yang asli.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar