Enzo Ferrari
Lambang kuda jingkrak itu terinspirasi dari sebuah
lukisan yang menghiasi badan sebuah pesawat tempur yang diterbangkan oleh Francesco Baracca dalam Perang Dunia I. Awalnya Ferrari menempatkan mesin
di bagian depan mobil, seperti mobil-mobil lainnya. Namun, sejak tahun 1961, mesin mobil-mobil Ferrari
ditempatkan di belakang.
Lahir di Modena, Enzo Ferrari tumbuh dewasa dengan
sedikit pendidikan formal namun ia memiliki hasrat yang kuat untuk menjadi
pembalap. Selama Perang Dunia I, ia bertugas di barisan depan pasukan tentara
Italia. Ayahnya, Alfredo, meninggal pada tahun 1916 karena terserang wabah flu
yang menyebar luas di Italia pada waktu itu. Ferrari pun juga terserang flu dan
ia dibebaskan dari pekerjaannya. Saat tiba di rumahnya, ia mengetahui bahwa
keuangan keluarganya dalam keadaan terancam. Ferrari mencoba mencari pekerjaan
di Fiat (sebuah perusahaan mobil di Italia) namun gagal, kemudian ia menemukan
sebuah pekerjaan di perusahaan mobil yang lebih kecil bernama CMN, mendesain truk
bekas menjadi mobil yang lebih kecil. Ia juga menjadi pembalap pada tahun 1919
di tim CMN, tetapi tidak begitu sukses.
Ia meninggalkan CMN pada tahun 1920 dan menjadi
pembalap di tim Alfa Romeo (sebuah perusahaan mobil di Italia), ia berhasil
meraih sukses yang lebih dari sebelumnya. Pada tahun 1923, ia mengikuti balap
mobil di Ravenna dan mendapatkan penghargaan berupa badge The Prancing Horse
(kuda jingkrak) yang mendekorasi pesawat Francesco Barraca (seorang pemimpin
pasukan Italia). Logo ini menunggu selama 9 tahun sampai akhirnya dipakai
menjadi lambang mobil balap. Pada tahun 1924, Ferrari memenangkan Coppa Acerbo
(sebuah ajang balap mobil) di Pescara, Italia. Ia mengalami sukses di balap
lokal dan mendorong Alfa untuk memberikan kesempatan mengikuti balap yang lebih
bergengsi. Ferrari tidak mengambil kesempatan itu dan tidak membalap sampai
tahun 1927. Ia lanjut bekerja secara langsung untuk alfa romeo sampai 1929
sebelum membuat scuderia ferari sebagai tim balap untuk Alberto Ascari.
Ferrari mengatur kegiatan perusahaan Alfa cars dan
membentuk tim yang terdiri lebih dari 40 pembalap, termasuk Giuseppe Campari
dan Tazio Nuvolari. Ferrari sendiri melanjutkan balap mobil sampai kelahiran
anak pertamanya pada tahun 1932 (Alfredo Ferrari, dikenal juga sebagai Dino
yang meninggal tahun 1956).
Alfa Romeo berakhir pada 1933 ketika masalah finansial
membuat alfa menarik diri. Oleh karena campur tangan Pirelli, Ferrari tidak
menerima mobil sama sekali. Karena kualitas pembalap Scuderia, maka perusahaan
tersebut mengalami beberapa kemenangan (1935 di german adalah pengecualian).
Merk auto union dan mercedeslah yang mendominasi area tersebut.
Pada tahun 1937 Alfa menerima kontrol usaha
membalapnya sekali lagi, menyebabkan Ferrari menjadi Direktur Olahraga di bawah
teknik Alfa direktur. Ferrari segera pergi, tetapi karena kontrak menyebabkan
dirinya tidak bisa balapan atau mendesain selama empat tahun. Dia membentuk
Auto-Avio Costruzioni, perusahaan yang menyediakan bagian-bagian untuk tim
membalap lain. Tetapi di Mille Miglia 1940 perusahaan memproduksi dua mobil
untuk bersaing, digerakkan oleh Alberto Ascari dan Lotario Rangoni. Selama
Perang Dunia II perusahaannya dilibatkan di produksi perang, berpindah dari
Modena kepada Maranello. Tidak sampai setelah Perang Dunia II yang diminta oleh
Ferrari untuk menahan reputasi orang fasis dan mobil buatannya yang memikul
namanya, mendirikan Ferrari S.p.A. hari ini pada 1947. Perlombaan pertama yang
ber-roda terbuka di Turin pada 1948 dan kemenangan pertama masuk nanti tahun di
Lago di Garda. Ferrari mengambil bagian di Recipe 1 Kejuaraan Dunia sejaknya.
Pada tahun 1960 an masalah kurangnya permintaan dan
pembiayaan yang tidak cukup memaksa Ferrari untuk membolehkan Fiat mengambil
pancang di perusahaan. Ferrari sudah menawarkan Arungan kesempatan untuk
membelikan perusahaan pada 1963 selama US$18 juta tetapi, terlambat di
perundingan, Ferrari menarik kembali. Keputusan ini memicu keputusan Perusahaan
Mesin Arungan untuk meluncurkan program balapan kareta olahraga serius Eropa. Perusahaan
menjadi saham bersama dan Fiat mengambil saham kecil pada 1965 dan lalu pada
1969 mereka menambah memegang mereka teguh 50% dari perusahaan. (Di 1988 tanah
milik Fiat ditambah ke 90%).
Ferrari tetap menjadi direktur pelaksana sampai 1971.
Walaupun mengundurkan diri, ia tetap berpengaruh di perusahaan sampai
kematiannya. Masukan Fiat memerlukan beberapa musim untuk mempunyai pengaruh.
Namun, setelah segala kesuksesan itu dan janji gelar jody sheckter di 1979,
harapan kejuaraan Formula One jatuh lesu. tahun 1982 dibuka dengan sebuah mobil
kuat, 126c2, pembalap kelas dunia, dan hasil yang memuaskan pada awal balapan
Tetapi, Gilles Villeneuve dibunuh di 126C2 pada Mei,
dan kawan seregu Didier Pironi menyebabkan kariernya diperpendek di akhir keras
lebih akhir menghidupkan yang berkabut backstraight di Hockenheim pada Agustus.
Pironi menuntun kejuaraan pegemudi pada saat itu; dia akan kehilangan timbal
sewaktu dia menunggu perlombaan sisa selesai. Tim melihat kejuaraan lagi selama
hidup Ferrari.[butuh rujukan]
Kematian
Enzo Ferrari meninggal pada 14 Agustus 1988 di Modena
pada umur 90. Kematiannya tidak dipublikasikan sampai dua hari kemudian oleh
permintaan Enzo. Dia meninggal di awal dominasi McLaren-Honda. Satu-satunya perlombaan yang
McLaren tidak menangi pada 1988 adalah Grand Prix Itali. dipegang hanya
minggu-minggu hasilnya 1-2 putus bagi Ferrari, dengan Gerhard Berger yang
memimpin di rumah Michele Alboreto. Setelah kematian Enzo, tim Scuderia Ferrari
semakin sukses, khususnya dengan era Michael Schumacher pada 2000-
2004, dan Kimi Räikkönen pada 2007.
Ia menyaksikan balap mobil Ferrari F40 sesaat sebelum kematiannya. Pada
2003, sebuah mobil diluncurkan dengan nama Ferrari Enzo. Membuat Cavaliere del Lavoro pada
1952, untuk menambah kehormatannya Cavaliere dan Commendatore di 1920s, Ferrari
juga mendapat sejumlah tingkat kehormatan, Hammarskjöld Prize pada 1962,
Columbus Prize pada 1965, dan De Gasperi Award pada 1987. Pada 1994, dia secara
anumerta dilantik ke dalam International Motorsports Hall of Fame.
Setelah kematian anak lelakinya, Alfredo
"Dino" Ferrari karena kanker paru-paru pada tahun 1956, Enzo Ferrari
memakai kacamata hitam ikonis hampir setiap hari untuk menghormati anak
lelakinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar