Pertentangan Sosial
Pertentangn sosial dapat terjadi di masyarakat sebagai
akibat adanya interaksi sosial. Masalah itu lebih menonjol lagi di masyarakat
yang bersifat majemuk seperti di Indonesia. Setiap orang atau kelompok dalam
menghadapi masalah sosial selalu melihat dari sistem nilai yang berlaku pada
kelompoknya.
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah
laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi
kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup
individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia
akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan
akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu
merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan
yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan
kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut.
Perbedaan kepentingan sebenarnya merupakan sifat
naluriah disamping adanya persamaan kepentingan. Bila perbedaan kepentingan itu
terjadi pada kelompok-kelompok tertentu, misalnya pada kelompok etnis, kelompok
agama, kelompok ideology tertentu termasuk antara mayoritas dan minoritas pada
umumnya akan memicu pertentangan sosial karena memiliki pandangan atau acuan
dasar yang berbeda.
Pada taraf masyarakat, konflik /
pertentangan sosial juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan
norma-norma kelompok dengan nilai-nilai dan norma-norma kelompok yang
bersangkutan berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta
minat, disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber
sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang ada dalam
kebudayaan-kebudayaan lain.
Integrasi Masyarakat
Pengertian
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration"
yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Bersatunya
perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat multikultural merupakan salah
satu penyebab yang akan membawa masyarakat ke arah integrasi. Integrasi
masyarakat adalah suatu proses penyatuan antara dua unsur atau lebih yang
mengakibatkan terciptanya suatu keinginan yang berjalan dengan baik dan benar.
Dalam kehidupan sosial, integrasi masyarakat dapat diartikan sebagai suatu
proses mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat sebagai sebuah sistem.
Syarat Terlaksana
Integrasi
masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di
dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, mengdeskriditkan
pihak-pihak lainnya dan tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan
tumbuh integrasi tanpa paksaan. Oleh karena itu untuk mewujudkan integrasi
bangsa pada bangsa yang majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi
prasangka.
Faktor Pendorong
1. Homogenitas kelompok.
Intgrasi merupakan hasil dan minat
kepentingan bersama. Semakin kecil tingkan kemajemukan masyarakat, semakin
mudah tercapainya intgrasi dan sebaliknya.
2. Mobilitas Geografis/perpindahan
fisik/migrasi.
Adanya perpindahan secara fisik baik
seseorang maupun banyak orang dari suatu kelompok ke lokasi lain sehingga
melemahkan integrasi.
3. Efektivitas Komunikasi.
Adanya pengertian bersama yang merupakan
dasar terbentuknya integrasi.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar